Kategori Blog

안녕하세요!

Baru aja selesai menambahkan empat kategori post untuk 카타 코리아. Mudah-mudahan dengan kategori-kategori ini, navigasi post untuk kalian akan menjadi lebih gampang — apalagi saat post sudah banyak.

Keempat kategori dan deskripsinya adalah:

Update

Kategori ini berisi semua post mengenai upgrade yang untuk blog ini, termasuk post ini.

Life

Namanya blog, pasti ada koneksi dengan kehidupan sehari-hari. Semua tulisan yang ada hubungannya dengan “kehidupan” dikategorikan dalam Life.

Study

Kategori yang harus kalian sering kunjungi untuk belajar bahasa Korea. Semua topik yang perlu dipelajari akan dan sudah masuk di kategori ini.

Fun

Tulisan tentang dunia hiburan dikategorikan dalam Fun. Entah Running Man, Invincible Youth, apapun itu, kalau saya punya opini tentang yang “fun-fun” akan dimasukkan ke kategori ini.

20130530-135745.jpg

Lagu Banmal (반말 송)

여러분, 잘지냈어?

Kita baru saja mempelajari tingkat kesopanan di Korea yang dikategorikan sebagai joendaetmal (존댓말) dan banmal (반말). Kalau kalian suka nonton We Got Married (우리 결혼했어요), dulu YongSeo couple (CNBlue Yonghwa dan SNSD Seohyun) pernah buat lagu yang berjudul Banmal Song (반말 송).

Coba deh dengerin lagunya, bagus loh dan so sweet…… 용서 커플 화이팅!

img by kalilo.

1. Sopan Nggak Ya?

안녕하세요! Bagaimana kabarnya? Sudah siap untuk mulai belajar? Kalau belum, mungkin lebih baik untuk baca post sebelumnya tentang motivasi. Kalau sudah termotivasi, yuk kita mulai dengan pelajaran pertama.

Seperti di Indonesia, penduduk Korea memiliki beberapa tingkat kesopanan dalam berbicara dan menulis. Cara kita berbicara dengan orang tua dan dengan sahabat pasti beda — begitu juga di Korea.

Secara resmi dan detil, ada tujuh tingkat kesopanan dalam dua kategori: joedaetmal (honorific/존댓말) dan banmal (casual/반말). Enam tingkat untuk kategori pertama dan satu tingkat untuk kategori kedua.

Kalian tidak perlu bingung karena hanya perlu mengingat tiga level saja:

Formal
Level Formal digunakan untuk orang yang sangat kita hormati, entah itu orang tua atau guru, kalian boleh menggunakan level ini. Tapi, sekarang, level Formal lebih sering digunakan untuk pidato, artikel majalah/koran dan interview. Kalau kalian suka nonton talk shows Korea seperti Happy Together atau The Beatles’ Code, para MC pasti menggunakan level Formal.

Kosakata untuk level ini biasanya ditandai dengan imnida (입니다) dan imnikka (임니까).

Polite
Level Polite digunakan untuk berbicara dengan orang-orang yang lebih tua dari kita atau orang yang baru kenal/tidak dekat. Nah, level ini yang paling sering digunakan di Korea. Jika kalian tidak tahu level mana yang harus dipakai, selalu pilih level ini. Lebih baik sopan daripada tidak sama sekali.

Kosakata biasanya diakhiri dengan yo (요).

Casual
Level ini digunakan untuk orang yang lebih muda dari kita atau sahabat kita. Prinsipnya sama seperti ketika menggunakan gue atau elo ketika berbicara. Nah, ketika berbicara dengan orang tua, ada yang menggunakan level Polite atau Casual.

Kapan kita bisa berbicara Casual dengan orang yang baru kita kenal? Patokannya adalah ketika lawan bicara kita meminta kita untuk bicara Casual. Kalau tidak diminta, lebih baik jangan dicoba.

Nah, kalian juga tahu kan tentang membungkukkan badan sebagai tanda hormat? Jangan lupa dilakukan yah.

Langkah Pertama – Motivasi

안녕! 잘지냈어?

Hai dan apa kabar? Mudah-mudahan pada baik dan nggak bete karena ini hari Senin dan akhir pekan masih jauh ㅋ ㅋ ㅋ. Anyway, di postingan pertama, saya sudah menceritakan kenapa memutuskan untuk belajar bahasa Korea (한국어). Nah, blog ini adalah sarana berbagi bagi pelajar bahasa Korea (한국어 학생). Kita sama-sama belajar dan mengeksplorasi bahasa yang indah ini.

Saya pernah belajar bahasa Perancis (gagal), Spanyol (gagal), Mandarin (tau ngomong, tapi minim sekali) dan Korea. Kenapa kesuksesan saya bisa beragam seperti itu? Jawabannya adalah motivasi. Bahasa Perancis, contohnya, saya tertarik hanya karena kemungkinan bisa jadi orang keren kalau bisa, apalagi punya teman kerja orang Mauritius. Tapi, tersandung kesusahan sedikit aja langsung nyerah. Berarti motivasi salah.

Bagaimana dengan bahasa Mandarin? Saya belajar dengan alasan karena tinggal di negara dengan mayoritas keturunan Cina, cari kerja jadi lebih mudah. Tapi, Mandarin menjadi mata pelajaran wajib di sekolah — ada rasa terpaksa juga. Berarti motivasi setengah benar.

Kali ini saya belajar bahasa Korea memang niat dari diri sendiri. Saya dimotivasi dengan keinginan kuat untuk bisa belajar budayanya, yang menurut saya, ada kemiripan dengan budaya Indonesia. Di sisi lain, pekerjaan saya juga mulai berhubungan dengan perusahaan di Korea. Dan pastinya, ingin bisa nonton variety shows Korea dan dengar lagu SNSD tanpa subtitle.

Pengalaman belajar berbagai bahasa inilah yang menyebutkan bahwa memiliki motivasi yang datang dari diri sendiri, tanpa ada unsur paksaan, merupakan hal yang sangat penting untuk dapat menguasai sebuah bahasa. Tidak mudah, tapi bisa dilalui dengan motivasi yang benar.

Nah, sekarang kalian sudah tau motivasi saya, bagaimana denganmu?

안녕, 저는 . . . .

안녕하세요! 저는 학국어 학생 하고 인도네시아 사람이에요. 만나서반가워요.

Nah loh, apa tuh? Itu cuma perkenalan singkat dalam bahasa Korea yang artinya:

Halo! Saya pelajar bahasa Korea dan orang Indonesia. Senang berjumpa dengan Anda.

Kalau bernostalgia dan kembali ke masa lalu, kayanya nggak mungkin kalau saya bakal belajar bahasa Korea. Nggak tahu lagu K-Pop atau nonton drama Korea — pokoknya, apapun yang berhubungan dengan Korea, saya dulu nggak suka dan nggak tertarik.

Tapi, suatu hari, saya lagi channel surfing tiba-tiba nyangkut dan bertemu dengan Running Man. Sejak hari itu, setiap hari bertambah ketertarikan dengan Korea dalam berbagai aspek — dari hiburannya sampai budayanya.

Dan, sekarang, saya belajar bahasa Korea. Baru tiga bulan, tapi mudah-mudahan suatu hari blog ini akan lebih terisi dengan tulisan bahasa Korea.

Mudah-mudahan. Selangkah demi selangkah.